LOKAKARYA MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI) KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DENGAN USAID JAPRI

Pacitan – Merupakan tindak lanjut kegiatan jaring wirausaha mandiri (jawara) 2019 setelah selesainya tahap pendaftaran dengan terpenuhinya kuota peserta sebanyak 363 peserta umur 18-30 tahun yang secara antusias penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian tahapan jawara.

Lokakarya tersebut dilaksanakan tgl 23 dan 24 november 2019 di gedung serbaguna smkn 2 pacitan untuk memberikan bekal wawasan dan motivasi kewirausahaan kepada peserta jawara. Selain itu peserta jawara pada sesi kegiatan ini mendapatkan program mentoring dan coaching dalam mengembangkan atau memulai usaha yang ingin dijalankan.

Pada kegiatan ini melibatkan langsung mentor dari usaid japri dan pendamping plut kumkm pacitan serta perwakilan dari universitas baik itu dari AKN pacitan, STKIP PGRI Pacitan dan STAINU pacitan.

Bagaimana menjadi wirausaha mandiri pacitan untuk para pemuda pacitan yang dapat mendukung kegiatan ekonomi daerah melalui menjalankan berbagai usaha yang produktif dan propestif menjadi prioritas program jawara.

Pada tahapan selanjutnya memang akan dipilih dan didampingi jawara pemuda pacitan yang memang memiliki kualitas dan kapasitas yang bagus baik dari usaha dan pengusahanya. (farid/frisca/smita)

Berikut dokumentasi acara :

COACHING CLINIC PENYUSUNAN PETA PROSES BISNIS

Malang – Menindaklanjuti Bimtek Penyusunan Peta Proses Bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Oktober 2019 lalu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro diminta menyelesaikan penyusunan peta proses bisnis perangkat daerah sebagaimana hasil bimtek tersebut. Selanjutnya peta proses bisnis perangkat daerah ini akan menjadi dasar bagi pembahasan dan penyusunan dokumen peta proses bisnis yang diadakan di Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3), Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 20 November 2019.

Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa sub proses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tetapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari super prosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan sub proses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.

Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:

  1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
  2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
  3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
  4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
  5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkai dalam suatu struktur organisasi.
  6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.

Terdapa tiga jenis proses bisnis:

  1. Proses manajerial, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Keuangan, Kepegawaian dan Evaluasi Pelaporan.
  2. Proses utama, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
  3. Proses penunjang, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.