STUDI BANDING KE BUMDESMA PULE TRENGGALEK

Trenggalek – Kunjungan studi banding untuk pengelolaan empon-empon berangkat dalam satu rombongan menuju Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh asisten 2 bidang ekonomi yang diikuti oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian, dan Bappeda.

Rombongan tiba di aula Kecamatan Pule disambut oleh Pemerintah Kabupaten Tenggalek yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek. Dalam acara penyambutan tersebut disampaikan berbagai paparan mengenai kondisi kabupaten trenggalek dan salah satunya menyangkut tentang perda pengembangan kawasan desa dan perda bumdes yang sudah untuk wilayah Kabupaten Trenggalek.

Setelah dari aula rombongan secara bersama-sama menuju lokasi Bumdesa Sari Bumi Kecamatan Pule Kabupaten trenggalek. Di lokasi ini juga rombongan mendapatkan berbagai penjelasan mengenai operasional dan kegiatan usaha bUMDes MA. Adapun Komposisi pengurus bumdesma – bumdes sari bumi  yaitu terdiri dari Komisaris 3 kepala desa yaitu kades pule, kades pakel, dan kades jombong dan seorang direktur serta jajarannya untuk mengelola bumdesma tersebut. Pada area bumdes tersebut merupakan area kawasan pengembangan pedesaan dimana ketiga desa yang berdekatan dan dalam datu kawasan bersepakat untuk berjalan bersama atau menjalin kerjasama dalam menjalankan usaha melalui BUMDesama. Daerah kawasan biasa disingkat dengan pak pujo meliputi desa pakel, desa pule dan desa jombong kecamatan pule.

Tujuan bumdesma salah satunya adalah menangani masalah empon dan janggelan karena produksi kecamatan pule banyak yaitu Lebih dari 10 truk kluar dr trenggalek. Sebagai alasan untuk orientasi produk utama yaitu empon-empon, karena ingin merubah empon menjadi barang yg bernilai ekonomi. Selain itu empon-empon ketika musim panen harga rendah dan dipermaikan tengkulak.

 Pada saat ini rumah produksi sudah dibangun  untuk mengeringkan empon-empon dan janggelan dengan rumah pengering dapatkan mengeringkan selama 3 hari .Dalam pembangunan rumah pengering solar drying dome berasal dari dana Bkk  senilai 300 juta dan rumah produksi dari dana desa sejumlah 150 juta. Adapun sedikit gambaran untuk harga empon-empon yaitu 3Rp. 30.000 perkilo yang kering  dan Rp. 204.000 untuk harga jahe per kg nya.

Bumdesma membeli dari kelompok tani dan kerjasama dengan tengkulak dengan  modal yang berasal dari penyertaan dana yang meliputi desa pakel, desa pule dan desa jombong dimana perdesa sejumlah 50 juta untuk modal bumdesma sehingga totalnya 150 juta. Pada saat ini masih menunggu penentuan harga dari agra daya sehingga produksinya masih membuat sampel. *Smita/Frisca*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *