PENGHARGAAN PARITRANA BPJS KETENAGAKERJAAN PROVINSI JAWA TIMUR 2020

Anugerah Paritrana diberikan kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah yang tertib membaayar BPJS Ketenagakerjaan dan menunjukkan komitmen serta dukungant terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. penyelenggaraannya, Paritrana diikuti 38 dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota ,perusahaan besar, menengah,kecil dan  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Se provinsi jawa timur secara online, yang dipimpin langsung oleh gubernur jawa timur Khofifah Indar Parawansa.

Di masa pandemi covid-19 pemerintah memberikan bantuan subsidi gaji/upah untuk pekerja atau buruh sebagai upaya untuk melindungi,mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi. Melalui penghargaan Paritrana ini diharapkan semakin memperluas pemberian perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dalam kegiatan Penyampaian Laporan Perkembangan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan Penyerahan Piala Paritrana Award oleh BPJS Ketenagakerjaan di Grahadi. Dari total 1,75 juta pekerja Jatim dengan gaji di bawah Rp 5 juta yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, yang sudah tersalurkan dan mendapat BSU baru 560.670 pekerja. Tepatnya gelombang pertama ada sebanyak 122.379 pekerja, dan gelombang kedua yang mendapatkan BSU adasebanyak 428.291 pekerja. Pekerja / buruh harus memiliki persyaratan terdaftar di BPJS ketenagakerjaan sampai bulan juni 2020

Dijelaskan calon pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan harus memenuhi persyaratan yaitu, WNI yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan ,anggota BPJS ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan kartu kepesertaan dan peserta membayar iuran dihitung berdasarkan upah dibawah Rp.5 juta sesuai yang di laporkanke BPJS Ketenagakerjaan. Calon peserta harus memiliki rekening bank aktif dan membayar iuran hingga juni 2020. Mekanisme subsidi upah ini diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp.600 ribu per bulan dengan total Rp.2,4 juta yang diberikan setiap bulansekali, yang artinya dalam sekali pencairan , subsidi yang di terima sebesar Rp. 1,2 Juta

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar serikat pekerja, perusahaan juga Disnaker kabupaten kota dan juga provinsi membantu agar data yang belum tervalidasi bisa dilengkapi dan diperbaiki kelengkapan syaratnya. Agar pekerja yang seharusnya dapat bisa mendapatkan pencairan BSU. Proses ini terus berjalan. Kemungkinan akan ada perpanjangan untuk melengkapi persyaratan. Tentu ini adalah tanggungjawab seluruh tim perusahaan strategis di Jatim semoga yang masuk dalam kualifikasi gaji di bawah Rp 5 juta bisa dapat bantuan,” kata Khofifah.

Sesuai tujuan dari pemerintah dalam pemberian bantuan ini, tenaga kerja yang sudah dapat BSU bisa menggunakannya untuk penguatan gizi demi meningkatkan imun tubuh. Selain BSU, yang harus jadi kesatuan adalah saya titip tentang penggunaan masker yang aman di tempat kerja. Karena saat ini masih sangat banyak yang pakai masker tapi tidak aman. Misalnya maskernya cara memakainya di bawah hidung, kalau nggak gitu di bawah dagu, maka in iharus terus diingatkan,” tegasnya.

Khofifah menegaskan, covid-19 belumberhenti penyebarannya sehingga penegakan protokol kesehatan harus terus dilakukan. Agar pemulihan ekonomi teru sberjalan beriringan dalam pengendalian covid-19. Sementara ini belum ada informasi akan ada perpanjangan atau tidak, namun kami akan menunggu instruksi dari pusat apakah ada perpanjangan atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *