PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TAHAP II BALAI LATIHAN KERJA

Pacitan – Balai Latihan Kerja Kabupaten Pacitan di Tahun Anggaran 2019 telah melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II pada Tanggal 17 Juni 2019 sejumlah 10 kelas dengan 7 kejuruan diantaranya Pelatihan Pembudidayaan Jamur Tiram, Pelatihan Mekanik Junior Sepeda Motor, Pelatihan Teknik Tata Udara, Pelatihan Operator Mesin Furniture, Pelatihan Pengelasan SMAW 3G, Pelatihan Teknik Listrik Instalasi, dan Pelatihan Operator Basic Office. Pelatihan tersebut menggunakan anggaran APBN DIPA Tahun 2019 Balai Latihan Kerja Surakarta melalui “Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP)”.

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas dalam bentuk Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan peningkatan kompetensi tenaga kerja (sisi pendidikan) dan peningkatan produktivitas (sisi kerja) untuk membekali peserta pelatihan yang siap bekerja dan berwirausaha untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Pacitan.

Berikut Dokumentasi Kegiatan :

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TAHAP I BALAI LATIHAN KERJA

Pacitan – Balai Latihan Kerja Kabupaten Pacitan di Tahun Anggaran 2019 telah melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I pada Tanggal 21 Maret 2019 sejumlah 10 kelas dengan 7 kejuruan diantaranya Pelatihan Pembudidayaan Jamur Tiram, Pelatihan Mekanik Junior Sepeda Motor, Pelatihan Teknik Tata Udara, Pelatihan Operator Mesin Furniture, Pelatihan Pengelasan SMAW 3G, Pelatihan Teknik Listrik Instalasi, dan Pelatihan Operator Basic Office. Pelatihan tersebut menggunakan anggaran APBN DIPA Tahun 2019 Balai Latihan Kerja Surakarta melalui “Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP)”.

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas dalam bentuk Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan peningkatan kompetensi tenaga kerja (sisi pendidikan) dan peningkatan produktivitas (sisi kerja) untuk membekali peserta pelatihan yang siap bekerja dan berwirausaha untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Pacitan.

Berikut Dokumentasi Kegiatan :

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MENJAHIT TAHUN 2019

Pacitan – Dalam meningkatkan keterampilan kerja bagi masyarakat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro melalui bidang Nakertrans melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat dengan wujud Pelatihan Keterampilan Menjahit. Kegiatan tersebut bertempat di di Balai RW Plelen RT 01 RW 06 Kelurahan Sidoharjo, dengan jumlah peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah sekitar 20 orang. Selain untuk mendapatkan keterampilan pelatihan, para peserta juga mendapatkan beberapa alat berupa mesin jahit untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha dikemudian hari.

Berikut Dokumentasi Pelaksaaan Pelatihan Tersebut :

STUDY BANDING DAN PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT DESA KARANGMOJO KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO KE PLUT KUMKM PACITAN

Pacitan – Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat desanya dalam berwirausaha, Pemerintah Desa Karangmojo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat melakukan studi banding ke PLUT KUMKM Pacitan. Kunjungan rombongan Desa Karangmojo diterima di Gedung PLUT KUMKM Pacitan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Pimpinan PLUT-KUMKM Pacitan, dan 5 (lima) Konsultan Pendamping pada Sabtu (27/10).

Kegiatan diawali sambutan Abdul Basir, S.Sos, MM. selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Dalam sambutannya, Basir menyampaikan gambaran umum layanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro termasuk layanan PLUT-KUMKM di dalamnya. “Untuk pemberdayaan koperasi dan usaha mikro di Kabupaten Pacitan, kami ada beberapa fasilitasi seperti UPT Dana Bergulir untuk permodalan, UPT Balai Latihan Kerja untuk skill masyarakat dan PLUT-KUMKM untuk layanan non-finansial melalui pendampingan yang dilakukan oleh para konsultan pendamping”.

Lebih lanjut, Lilik Wiji Astuti, SE., MM. selaku Pimpinan PLUT-KUMKM Pacitan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “PLUT-KUMKM adalah lembaga yang menyediakan jasa non- finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) meningkatkan (1) kinerja  produksi, (2) kinerja pemasaran, (3) akses ke pembiayaan , (4) pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan manajerial, serta (5) kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

“Selain itu, sebagai rangkaian keperantaraan pasar di PLUT KUMKM Pacitan lagi dilaksanakan inkubasi bisnis terhadap 8 UMKM hasil kurasi bekerjasama dengan KOMPAK melalui PT. Usaha Desa”

Sementara itu, Widi Purwito, Kepala Desa Karangmojo menyampaikan bahwa kehadiraannya bersama perangkat dan perwakilan masyarakat di PLUT-KUMKM Pacitan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM khususnya dalam bidang kewirausahaan sehingga mampu menambah income masyarakat. Ketika ditanya, kenapa harus ke PLUT-KUMKM Pacitan? Widi menegaskan, “Karena sementara ini, kami melihat Pacitan ini memiliki perkembangan UMKM yang cukup pesat, sehingga harapan kami masyarakat Desa Karangmojo akan dapat belajar dan mampu meningkatkan kapasitasnya untuk lebih baik lagi

Setelah acara sambutan resmi selesai dilakukan, giliran Smita Catur Sudyantara, MM salah satu konsultan pendamping menyampaikan paparan materi terkait pemasaran produk UMKM. Dalam paparannya, Smita mengkonstruksikan bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P, yaitu product, price, place, dan promotion. Melalui pemahaman bauran pemasaran ini, para pelaku UMKM dapat menjalankan  strategi pemasaran yang dapat menentukan kesuksessan usahanya dalam mengejar maximal profit atau keuntungan yang maksimal. Yaitu dengan cara meningkatkan jumlah pelanggan dan meningatkan hasil penjualan karena menggunakan semua alat- alat pemasaran dalam sebuah perusahaan.

Pada sesi akhir, Arik Nurhadiyanto, pelaku UMKM Pacitan dengan merek Aryunfa, dibawah produsen Fadhil Jaya yang bergerak pada pengembangan usaha ceriping pisang dengan lapisan coklat, strawberry dan keju memberikan praktek langsung cara pengolahan usahanya. Peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Karangmojo ini sangat antusias, terbukti terjadi tanya jawab mulai dari proses awal sampai akhir. Selain paparan materi peningkatan kapasitas, juga disediakan mini bazar yang diisi oleh produk dari 8 UMKM hasil kurasi pada Expo PLUT 2018 silam. Tidak menunggu lama, banyak produk yang ludes terjual. Selanjutnya, rombongan studi banding pimpinan Kepala Desa Widi Purwito ini menuju Pusat olahan UMKM di seputaran tempat wisata Pantai Telengria sekaligus memanjakan diri dengan alam indah Pacitan yang terkenal dengan Pacitan Paradise of Java. **(CTR)**

Beberapa foto dalam kegiatan ini 

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN ANYAMAN BAMBU

Bandar – Desa Tumpuk, salah satu desa di Kecamatan Bandar, mempunyai  potensi bambu apus yang melimpah. Cukup disayangkan, jika bambu- bambu yang ada di desa ini dijual secara batangan atau sering disebut ‘glondongan’ sehingga nilai jualnya sangat rendah, berkisar 5-10 ribu per batang. Hanya ada beberapa warga yang mengolah bambu untuk dijadikan kerajinan anyaman. Jenis kerajinan anyaman yang dihasilkannya pun sangat terbatas, seperti tampah, pithi, besek dan perlengkapan rumah tangga lain yang memiliki harga jual rendah.

            Melihat kondisi tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan menetapkan Desa Tumpuk sebagai sasaran Program Pelatihan Kewirausahaan. Program yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa desa lain di Kabupaten Pacitan ini sejalan dengan visi program Grindulu Mapan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pacitan. Agar tepat sasaran, peserta yang mengikuti pelatihan kewirausahaan adalah masyarakat RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin).

            Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Anyaman Bambu diselenggarakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 bertempat di Balai Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar. Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari semua dusun di Desa Tumpuk dan beberapa orang perwakilan dari Desa Bangunsari. Hadir sebagai instruktur pelatihan, Sukatno dan Misti  yang keduanya adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sehingga keduanya tentu telah matang dalam  pembuatan kerajinan tangan. Sebagian peserta sudah mempunyai ketrampilan dasar menganyam yang cukup baik sehingga hal ini mempermudah instruktur.

            Kegiatan pelatihan yang dimulai dari pukul 09.00 WIB ini berjalan dengan lancar. Peserta pelatihan sangat telaten menyelesaikan produk kerajinan masing- masing. Pak Iran, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “Saya sebelumnya sudah membuat anyaman sendiri tapi ini kan kita dilatih membuat model lain. Sekarang saya jadi bisa membuat piring dari lidi”. Dalam penutupan yang disampaikan oleh Lastri Mursini, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan, disampaikan bahwa peserta diharapkan terus mengembangkan kualitas anyaman serta menciptakan variasi produk- produk baru yang lebih menarik. Peserta pelatihan juga diharapkan bersatu dalam kelompok- kelompok usaha sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan lebih cepat. (Nrl)