COACHING CLINIC DI PLUT KUMKM KABUPATEN PACITAN

Pacitan – Dalam rangkaian kegiatan JAWARA JAPRI setelah pengukuhan dan Inagurasi pada acara EXPOSE PLUT KUMKM PACITAN kemarin, maka agenda kegiatan yang berlangsung selanjutnya adalah Coaching Clinic.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan UMKM. Coaching Clinic dilaksanakan tanggal 3-4 Maret 2020 di gedung PLUT KUMKM yang melibatkan beberapa Coach Bisnis Profesional.

Setiap coach bisnis ini akan menangani beberapa pelaku umkm secara face to face sehingga akan terjadi interaksi secara mendalam. Coach bisnis melaksanakan sesi coaching untuk pelaku umkm yang akan menggali berbagai permasalahan usaha dan menemukan goal.

Pada dasarnya goal yang diharapkan adalah goal utama dalam usaha yang sedang dijalankan. Namun goal utama tersebut merupakan goal jangka panjang yang juga harus dibreakdown menjadi beberapa pencapaian goal dalam jangka pendek.

Adapun sesi coaching yang dilakukan memiliki tujuan yaitu
meningkatkan :

  1. Target kenaikan aset atau terjadinya perubahan aset.
  2. Meningkatkan target kenaikan aset atau terjadinya perubahan omset atau transaksi.
  3. Meningkatkan target kenaikan aset atau terjadinya perubahan pada penambahan jumlah pelanggan.
  4. Dan lainnya.

Dari berbagai tujuan diatas merupakan berbagai tujuan yang sebenarnya harus dilakukan oleh sebuah usaha dengan coaching ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dalam menjalankan bisnis atau usaha peserta yang menjadi coachee atau peserta yang mendapatkan coaching merupakan peserta yang lolos dan telah berkomitmen untuk mendapatkan pendampingan dari USAID JAPRI dan PLUT KUMKM Pacitan.

Apa pentingnya Coaching Clinic di PLUT KUMKM Pacitan ?

Coaching merupakan sebuah kegiatan yang penting sebab sesi coaching merupakan sesi private dimana interaksi hanya untuk coach dan coachee dalam jangka waktu tertentu. Coaching memang belum begitu familiar di Kabupaten Pacitan namun menjadi salah satu terobosan dalam mengembangkan UMKM.

Coaching akan memberikan pengembangan pada aspek usaha UMKM dari sisi pelaku UMKM itu sendiri. Karena setiap usaha yang dijalankan membutuhkan seorang pelaku atau pemilik usaha yang penuh komitmen konsisten dan penuh semangat dalam memajukan atau menginginkan kondisi yang terbaik bagi usahanya. Setiap pelaku UMKM membutuhkan target, goal serta seorang coach dalam membuat usaha lebih maju. (Smita/Farid/Frisca)

Pelaku UMKM sedang berdiskusi dengan Coach

EXPOSE PLUT KUMKM PACITAN TAHUN 2020

Pacitan – Expose PLUT Pacitan tanggal 13-15 Februari 2020 merupakan salah satu kegiatan tahunan yang di laksanakan PLUT KUMKM Pacitan dalam rangka mempromosikan PLUT KUMKM Pacitan kepada masyarakat.

Expose PLUT 2020 ini menjadi berbeda, sebab dirangkaikan dengan Grand Opening Shelter Kuliner Pacitan yang berada di sebelah kanan gedung PLUT KUMKM Pacitan. Shelter Kuliner Pacitan menjadi tempat atau wadah bagi pelaku UKM di bidang kuliner yang menjual berbagai aneka kuliner dengan mengedepankan higienitas dan keamanan pangan.

Acara Expose PLUT kali ini dihadiri oleh Kementrian Koperasi RI, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi yang mempunyai PLUT se Jawa Timur, dan berbagai tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pacitan Indartato mengharapkan pelayanan PLUT menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu didukung UMKM, sehingga Pemerintah berkeyakinan dengan adanya UMKM yang naik kelas akan terjadi pertumbuhan ekonomi Indonesia, Ucap Ir. Herustiati Deputi Restrukturisasi dan Usaha sebelum secara resmi membuka acara Expose PLUT Pacitan 2020.

Berbagai kegiatan dalam Expose PLUT Pacitan 2020 ini seperti, Festival Kopi, Inagurasi Peserta Jawara Japri USAID.

Dalam kunjungannya Bupati dan Deputi RU serta rombongan mencicipi kopi asli pacitan, berdialog ke berbagai stand peserta Jawara, pemotongan pita Grand Opening Shelter Kuliner Pacitan dan menikmati makan dan minuman yang ada di Shelter Kuliner Pacitan maupun di Galeri PLUT KUMKM Pacitan. (Smita/Farid/Frisca)

STUDI BANDING KE BUMDESMA PULE TRENGGALEK

Trenggalek – Kunjungan studi banding untuk pengelolaan empon-empon berangkat dalam satu rombongan menuju Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh asisten 2 bidang ekonomi yang diikuti oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian, dan Bappeda.

Rombongan tiba di aula Kecamatan Pule disambut oleh Pemerintah Kabupaten Tenggalek yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek. Dalam acara penyambutan tersebut disampaikan berbagai paparan mengenai kondisi kabupaten trenggalek dan salah satunya menyangkut tentang perda pengembangan kawasan desa dan perda bumdes yang sudah untuk wilayah Kabupaten Trenggalek.

Setelah dari aula rombongan secara bersama-sama menuju lokasi Bumdesa Sari Bumi Kecamatan Pule Kabupaten trenggalek. Di lokasi ini juga rombongan mendapatkan berbagai penjelasan mengenai operasional dan kegiatan usaha bUMDes MA. Adapun Komposisi pengurus bumdesma – bumdes sari bumi  yaitu terdiri dari Komisaris 3 kepala desa yaitu kades pule, kades pakel, dan kades jombong dan seorang direktur serta jajarannya untuk mengelola bumdesma tersebut. Pada area bumdes tersebut merupakan area kawasan pengembangan pedesaan dimana ketiga desa yang berdekatan dan dalam datu kawasan bersepakat untuk berjalan bersama atau menjalin kerjasama dalam menjalankan usaha melalui BUMDesama. Daerah kawasan biasa disingkat dengan pak pujo meliputi desa pakel, desa pule dan desa jombong kecamatan pule.

Tujuan bumdesma salah satunya adalah menangani masalah empon dan janggelan karena produksi kecamatan pule banyak yaitu Lebih dari 10 truk kluar dr trenggalek. Sebagai alasan untuk orientasi produk utama yaitu empon-empon, karena ingin merubah empon menjadi barang yg bernilai ekonomi. Selain itu empon-empon ketika musim panen harga rendah dan dipermaikan tengkulak.

 Pada saat ini rumah produksi sudah dibangun  untuk mengeringkan empon-empon dan janggelan dengan rumah pengering dapatkan mengeringkan selama 3 hari .Dalam pembangunan rumah pengering solar drying dome berasal dari dana Bkk  senilai 300 juta dan rumah produksi dari dana desa sejumlah 150 juta. Adapun sedikit gambaran untuk harga empon-empon yaitu 3Rp. 30.000 perkilo yang kering  dan Rp. 204.000 untuk harga jahe per kg nya.

Bumdesma membeli dari kelompok tani dan kerjasama dengan tengkulak dengan  modal yang berasal dari penyertaan dana yang meliputi desa pakel, desa pule dan desa jombong dimana perdesa sejumlah 50 juta untuk modal bumdesma sehingga totalnya 150 juta. Pada saat ini masih menunggu penentuan harga dari agra daya sehingga produksinya masih membuat sampel. *Smita/Frisca*

SOFT OPENING SHELTER KULINER PACITAN

Pacitan – Jumat, 10 Januari 2020 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan meresmikan tempat kuliner terbaru diseputaran kota yang dirangkai dengan kegiatan senam pagi di depan Halaman PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah OPD dan masyarakat sekitar. Diharapkan pada kesempatan kali ini koordinasi dan kerjasama antar UKM di Shelter untuk menyajikan olahan makanan dan minuman yang terbaik. Ucap Eny Setyowati selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Shelter Kuliner Pacitan begitulah nama tempat kuliner terbaru ini yang berlokasi di sebelah kanan halaman depan Gedung PLUT KMUKM terdiri dari 30 UKM yang telah lolos seleksi kurasi siap menjajakan kuliner bersih dan sehat. Shelter kuliner ini dibuka setiap hari mulai jam 06.00 pagi sampai jam 21.00 malam.

Shelter Kuliner Pacitan ini bisa menjadi salah satu destinasi kuliner bagi warga masyarakat pacitan dengan harga yang bersahabat. Selain tempat yang representativ dengan parkir yang luas juga akan memanjakan para pengunjung Shelter. (Smita/Farid/Aditya)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TAHAP V BALAI LATIHAN KERJA

Pacitan – Balai Latihan Kerja Kabupaten Pacitan di Tahun Anggaran 2019 telah melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap V pada Tanggal 5 November 2019 sejumlah 8 kelas dengan 6 kejuruan diantaranya Pelatihan Pembudidayaan Jamur Tiram, Pelatihan Mekanik Junior Sepeda Motor, Pelatihan Operator Mesin Furniture, Pelatihan Pengelasan SMAW 3G, Pelatihan Teknik Listrik Instalasi, dan Pelatihan Operator Basic Office. Pelatihan tersebut menggunakan anggaran APBN DIPA Tahun 2019 Balai Latihan Kerja Surakarta melalui “Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP)”.

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas dalam bentuk Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan peningkatan kompetensi tenaga kerja (sisi pendidikan) dan peningkatan produktivitas (sisi kerja) untuk membekali peserta pelatihan yang siap bekerja dan berwirausaha untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Pacitan.

Berikut Dokumentasi Kegiatan :

Praktek Instalasi Listrik
Praktek Perakitan PC
Praktek Pengukusan Baglog Jamur