STUDY BANDING DAN PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT DESA KARANGMOJO KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO KE PLUT KUMKM PACITAN

Pacitan – Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat desanya dalam berwirausaha, Pemerintah Desa Karangmojo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo bersama masyarakat melakukan studi banding ke PLUT KUMKM Pacitan. Kunjungan rombongan Desa Karangmojo diterima di Gedung PLUT KUMKM Pacitan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Pimpinan PLUT-KUMKM Pacitan, dan 5 (lima) Konsultan Pendamping pada Sabtu (27/10).

Kegiatan diawali sambutan Abdul Basir, S.Sos, MM. selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Dalam sambutannya, Basir menyampaikan gambaran umum layanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro termasuk layanan PLUT-KUMKM di dalamnya. “Untuk pemberdayaan koperasi dan usaha mikro di Kabupaten Pacitan, kami ada beberapa fasilitasi seperti UPT Dana Bergulir untuk permodalan, UPT Balai Latihan Kerja untuk skill masyarakat dan PLUT-KUMKM untuk layanan non-finansial melalui pendampingan yang dilakukan oleh para konsultan pendamping”.

Lebih lanjut, Lilik Wiji Astuti, SE., MM. selaku Pimpinan PLUT-KUMKM Pacitan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “PLUT-KUMKM adalah lembaga yang menyediakan jasa non- finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) meningkatkan (1) kinerja  produksi, (2) kinerja pemasaran, (3) akses ke pembiayaan , (4) pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan manajerial, serta (5) kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

“Selain itu, sebagai rangkaian keperantaraan pasar di PLUT KUMKM Pacitan lagi dilaksanakan inkubasi bisnis terhadap 8 UMKM hasil kurasi bekerjasama dengan KOMPAK melalui PT. Usaha Desa”

Sementara itu, Widi Purwito, Kepala Desa Karangmojo menyampaikan bahwa kehadiraannya bersama perangkat dan perwakilan masyarakat di PLUT-KUMKM Pacitan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM khususnya dalam bidang kewirausahaan sehingga mampu menambah income masyarakat. Ketika ditanya, kenapa harus ke PLUT-KUMKM Pacitan? Widi menegaskan, “Karena sementara ini, kami melihat Pacitan ini memiliki perkembangan UMKM yang cukup pesat, sehingga harapan kami masyarakat Desa Karangmojo akan dapat belajar dan mampu meningkatkan kapasitasnya untuk lebih baik lagi

Setelah acara sambutan resmi selesai dilakukan, giliran Smita Catur Sudyantara, MM salah satu konsultan pendamping menyampaikan paparan materi terkait pemasaran produk UMKM. Dalam paparannya, Smita mengkonstruksikan bauran pemasaran yang dikenal dengan 4P, yaitu product, price, place, dan promotion. Melalui pemahaman bauran pemasaran ini, para pelaku UMKM dapat menjalankan  strategi pemasaran yang dapat menentukan kesuksessan usahanya dalam mengejar maximal profit atau keuntungan yang maksimal. Yaitu dengan cara meningkatkan jumlah pelanggan dan meningatkan hasil penjualan karena menggunakan semua alat- alat pemasaran dalam sebuah perusahaan.

Pada sesi akhir, Arik Nurhadiyanto, pelaku UMKM Pacitan dengan merek Aryunfa, dibawah produsen Fadhil Jaya yang bergerak pada pengembangan usaha ceriping pisang dengan lapisan coklat, strawberry dan keju memberikan praktek langsung cara pengolahan usahanya. Peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Karangmojo ini sangat antusias, terbukti terjadi tanya jawab mulai dari proses awal sampai akhir. Selain paparan materi peningkatan kapasitas, juga disediakan mini bazar yang diisi oleh produk dari 8 UMKM hasil kurasi pada Expo PLUT 2018 silam. Tidak menunggu lama, banyak produk yang ludes terjual. Selanjutnya, rombongan studi banding pimpinan Kepala Desa Widi Purwito ini menuju Pusat olahan UMKM di seputaran tempat wisata Pantai Telengria sekaligus memanjakan diri dengan alam indah Pacitan yang terkenal dengan Pacitan Paradise of Java. **(CTR)**

Beberapa foto dalam kegiatan ini 

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN ANYAMAN BAMBU

Bandar – Desa Tumpuk, salah satu desa di Kecamatan Bandar, mempunyai  potensi bambu apus yang melimpah. Cukup disayangkan, jika bambu- bambu yang ada di desa ini dijual secara batangan atau sering disebut ‘glondongan’ sehingga nilai jualnya sangat rendah, berkisar 5-10 ribu per batang. Hanya ada beberapa warga yang mengolah bambu untuk dijadikan kerajinan anyaman. Jenis kerajinan anyaman yang dihasilkannya pun sangat terbatas, seperti tampah, pithi, besek dan perlengkapan rumah tangga lain yang memiliki harga jual rendah.

            Melihat kondisi tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan menetapkan Desa Tumpuk sebagai sasaran Program Pelatihan Kewirausahaan. Program yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa desa lain di Kabupaten Pacitan ini sejalan dengan visi program Grindulu Mapan untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pacitan. Agar tepat sasaran, peserta yang mengikuti pelatihan kewirausahaan adalah masyarakat RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin).

            Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Anyaman Bambu diselenggarakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 bertempat di Balai Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar. Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari semua dusun di Desa Tumpuk dan beberapa orang perwakilan dari Desa Bangunsari. Hadir sebagai instruktur pelatihan, Sukatno dan Misti  yang keduanya adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sehingga keduanya tentu telah matang dalam  pembuatan kerajinan tangan. Sebagian peserta sudah mempunyai ketrampilan dasar menganyam yang cukup baik sehingga hal ini mempermudah instruktur.

            Kegiatan pelatihan yang dimulai dari pukul 09.00 WIB ini berjalan dengan lancar. Peserta pelatihan sangat telaten menyelesaikan produk kerajinan masing- masing. Pak Iran, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “Saya sebelumnya sudah membuat anyaman sendiri tapi ini kan kita dilatih membuat model lain. Sekarang saya jadi bisa membuat piring dari lidi”. Dalam penutupan yang disampaikan oleh Lastri Mursini, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan, disampaikan bahwa peserta diharapkan terus mengembangkan kualitas anyaman serta menciptakan variasi produk- produk baru yang lebih menarik. Peserta pelatihan juga diharapkan bersatu dalam kelompok- kelompok usaha sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan lebih cepat. (Nrl)

 

 

70 PELAKU UMKM IKUTI WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS UMKM

 Pacitan – Kamis, 18 Oktober 2018, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan menyelenggarakan acara bertajuk Peningkatan Potensi Ekonomi Lokal Melalui Penguatan Kapasitas UMKM. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PLUT-KUMKM Pacitan ini  dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan mendorong UMKM untuk bergerak lebih cepat dan inovatif dalam era milenial yang semakin dinamis ini. Hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut, Faisal (Sahabat UMKM), Ria Badriah (Menbiska) dan Shopee (Jaringan Pemasaran Online).

Sebanyak 70 peserta workshop kali ini tertib dalam mengikuti pemaparan materi dengan sangat antusias. Berbagai permasalahan terkait jalannya usaha juga disampaikan oleh para peserta. Seperti disampaikan oleh Siti Rukayah, seorang pengusaha kerajinan kulit, bahwa permasalahan SDM dan pemasaran menjadi salah satu masalah krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. Dalam paparan singkatnya, Faisal menyebutkan bahwa banyaknya market link seperti facebook, instagram, aplikasi ojek online harus bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan SDM yang ada. Lebih jauh, Ria Badriah menekankan bahwa UMKM Pacitan juga harus mampu menciptakan branding agar punya daya saing dan tidak mudah diklaim oleh pengusaha dari daerah lain. (Nrl)

 

Para Peserta Workshop dan Beberapa Produk Unggulannya

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN JAMU INSTAN

Nawangan – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pacitan, Kecamatan Nawangan merupakan daratan tinggi dan pegunungan dengan luas 64,96 km. 48,98% dari wilayah Kecamatan Nawangan terletak pada ketinggian 500- 1000, sisanya berada pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Letak geografis ini mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam dan potensi wilayahnya. Tidak mengherankan jika tanah pertanian di Kecamatan Nawangan ini sangat potensial sehingga banyak dijumpai kebun kopi dan petani rempah- rempah.

Melihat potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Nawangan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan bersama Pemerintah Desa Penggung Kecamatan Nawangan menyelenggarakan salah satu program kerjanya yang mentargetkan para RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) di Kecamatan Nawangan khususnya Desa Penggung. Program kerja bertajuk Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Jamu Instan bagi Wirausaha Baru ini, diharapkan dapat menumbuhkan bibit- bibit UMKM baru. Disampaikan oleh Lastri Mursini, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan, program pelatihan kewirausahaan ini sejalan dengan agenda pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pacitan melalui program Grindulu Mapan sehingga nantinya outcome yang diharapkan tak lain adalah keberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya para RTSM.

Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Jamu Instan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Oktober 2018 bertempat di Balai Desa Penggung Kecamatan Nawangan. Pelatihan ini diikuti oleh 40 RTSM yang sebagian besar adalah ibu- ibu. Sebagai narasumber pada pelatihan kali ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menunjuk Tatik Suharti, pegiat UMKM yang sudah lama bergelut dalam bisnis pengolahan jamu instan. Acara pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB, dibuka oleh Ketua Panitia dan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang usaha Mikro, Lastri Mursini. Dalam sambutannya, Lastri memotivasi para peserta untuk tetap menjaga konsisten dan semangat dalam memulai bisnis baru. Lebih jauh, Lastri juga menekankan  kepada para peserta untuk membentuk kelompok- kelompok usaha sehingga nantinya usaha yang dibentuk menjadi lebih tanggung dan produktif. Pelatihan pembuatan jamu instan berjalan dengan lancar hingga acara selesai. Diakhir acara, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan menyerahkan beberapa paket alat peraga kepada para peserta yang telah terbagi dalam beberapa kelompok tersebut. Diharapkan dalam acara kali ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi desa untuk jangka panjang. (Nrl)

 

  

Dokumentasi Pembuatan Jamu Instan

DORONG PERTUMBUHAN UMKM MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WIRAUSAHA BARU

Punung – Sebagai pintu masuk beberapa objek wisata kenamaan di Kabupaten Pacitan, Kecamatan Punung mempunyai banyak peluang bisnis yang dapat dikembangkan. Sayangnya, hanya sedikit warga yang melihat peluang bisnis yang muncul akibat perkembangan sektor pariwisata di Pacitan. Beberapa warga di Desa Piton berinisiatif mengolah hasil panen jagung untuk dijadikan emping jagung. Usaha ini sudah dirintis lama, sejak tahun 90an, dan hingga saat ini masih terus berkembang. Banyak wisatawan yang tertarik dan membeli emping jagung sebagai oleh- oleh, bahkan beberapa pengusaha mengaku sering kewalahan dalam memproduksi emping jagung karena permintaan pasar yang meningkat terutama pada musim libur.

Melihat potensi ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan bersama dengan Pemerintah Desa Piton, Wareng, Kendal, Bomo, Sooko mengadakan Pelatihan Kewirausahaan pembuatan emping jagung bagi wirausaha pemula. Kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Rabu, 03 Oktober 2018 bertempat di Balai Desa Piton. Sebanyak 40 orang yag terdiri dari para ibu rumah tangga sangat antusias mengikuti pelatihan. Pelatihan pembuatan emping berjalan dengan lancar dibawah arahan narasumber, yaitu Ruswanto  dan Suwarti. Kedua narasumber merupakan pengusaha yang telah lama menggeluti bidang usaha terkait.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan. Dalam Sambutan yang disampaikan oleh Eny Setyowati, program pelatihan ini sejalan dengan misi Bupati Pacitan, menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pertumbuhan usaha usaha baru  hingga pelosok desa. Diharapkan para peserta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga tujuan program yang didanai oleh pemerintah tersebut dapat tercapai. Kedepan, program – program seperti ini akan terus dikembangkan dan diterapkan di desa- desa lain sehingga muncul sentra- sentra usaha baru yang berbasis pada potensi desa. (NRL)

 

Olahan Bahan Baku Jagung  untuk dijadikan Emping Jagung