PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TAHAP V BALAI LATIHAN KERJA

Pacitan – Balai Latihan Kerja Kabupaten Pacitan di Tahun Anggaran 2019 telah melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap V pada Tanggal 5 November 2019 sejumlah 8 kelas dengan 6 kejuruan diantaranya Pelatihan Pembudidayaan Jamur Tiram, Pelatihan Mekanik Junior Sepeda Motor, Pelatihan Operator Mesin Furniture, Pelatihan Pengelasan SMAW 3G, Pelatihan Teknik Listrik Instalasi, dan Pelatihan Operator Basic Office. Pelatihan tersebut menggunakan anggaran APBN DIPA Tahun 2019 Balai Latihan Kerja Surakarta melalui “Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP)”.

Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas dalam bentuk Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan peningkatan kompetensi tenaga kerja (sisi pendidikan) dan peningkatan produktivitas (sisi kerja) untuk membekali peserta pelatihan yang siap bekerja dan berwirausaha untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Pacitan.

Berikut Dokumentasi Kegiatan :

Praktek Instalasi Listrik
Praktek Perakitan PC
Praktek Pengukusan Baglog Jamur

PELATIHAN PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA

Pacitan – Kegiatan Pengembangan kapasitas usaha PNM yang dilaksanakan di shelter PLUT KUMKM Pacitan tanggal 17 Desember 2019 merupakan kegiatan pelatihan pembuatan roti dari tepung mocaf. Pada acara ini juga akan ditampilkan berbagai menu olahan roti yang langsung dipraktekkan dari narasumber mocaf bogati (boga lestari). Narasumber akan membagikan ilmu pengolahan roti dan variasinya yang bisa dipelajari dan dikembangkan sendiri bagi para peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Acara ini terselenggara dengan dukungan dari berbagai pihak terutama dari PT PNM persero, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan PLUT KMUKM Pacitan serta beberapa sponsor lainnya.

Pada pembukaan kegiatan pelatihan kapasitas usaha, ibu Eny Setyowati selaku kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan memiliki harapan untuk terus adanya sinergi baik dalam permodalan baik itu dari pemerintah dan PNM, disamping itu juga pentingnya memotivasi, memfasilitasi dan melakukan pembinaan pada UMKM agar bisa naik kelas (smita/farid/frisca)


Narasumber Mocaf Bogati (boga lestari)

MENTORING BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) JAWARA 2019

Pacitan – Program Mentoring Business Model Canvas (BMC) pada tanggal 9 -11 Desember 2019 di Gedung Karya Dharma merupakan tahapan lanjutan dari program Jaring Wirausaha Muda Sejahtera (JAWARA) 2019, sebagai implementasi program JAPRI USAID 2019.

Setelah Tahapan seleksi pertama Business Motivation Workshop (BMW) peserta yang terpilih yaitu 120 orang yang kemudian saat ini mengikuti tahap seleksi kedua Business Motivation Canvas (BMC)

Peserta yang hadir pada BMC kali ini memiliki semangat yang kuat untuk terlibat dalam semua aktivitas pelatihan yang dilaksanakan. Pada kesempatan ini juga dihadiri Robert Gardnier, selaku Management Advisor Prestasi Junior Indonesia. Beliau berpesan kepada peserta JAWARA untuk memaksimalkan setiap proses dalam berwirausaha.
Beliau juga sangat mengapresiasi sekali pada pemerintah kabupaten pacitan dalam hal ini diwakili oleh ibu Eny Setyowati selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan atas semua support demi terlaksananya kegiatan japri usaid di pacitan.

Harapannya peserta bisa lebih mengatur manajemen keuangan mereka, untuk kemajuan usaha yang mandiri.

Selain itu BMW ini terus melibatkan Mentor dari USAID, Fasilitator dari PLUT KUMKM, Universitas AKN Pacitan, STAINU Pacitan, STKIP Pacitan yang akan terus mendampingi semua peserta untuk melewati semua tahapan yang sudah ditentukan. (farid/frisca/smita)


Robert Gardnier, selaku Management Advisor Prestasi Junior Indonesia.

Peserta Seleksi Business Motivation Canvas (BMC)

LOKAKARYA MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI) KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DENGAN USAID JAPRI

Pacitan – Merupakan tindak lanjut kegiatan jaring wirausaha mandiri (jawara) 2019 setelah selesainya tahap pendaftaran dengan terpenuhinya kuota peserta sebanyak 363 peserta umur 18-30 tahun yang secara antusias penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian tahapan jawara.

Lokakarya tersebut dilaksanakan tgl 23 dan 24 november 2019 di gedung serbaguna smkn 2 pacitan untuk memberikan bekal wawasan dan motivasi kewirausahaan kepada peserta jawara. Selain itu peserta jawara pada sesi kegiatan ini mendapatkan program mentoring dan coaching dalam mengembangkan atau memulai usaha yang ingin dijalankan.

Pada kegiatan ini melibatkan langsung mentor dari usaid japri dan pendamping plut kumkm pacitan serta perwakilan dari universitas baik itu dari AKN pacitan, STKIP PGRI Pacitan dan STAINU pacitan.

Bagaimana menjadi wirausaha mandiri pacitan untuk para pemuda pacitan yang dapat mendukung kegiatan ekonomi daerah melalui menjalankan berbagai usaha yang produktif dan propestif menjadi prioritas program jawara.

Pada tahapan selanjutnya memang akan dipilih dan didampingi jawara pemuda pacitan yang memang memiliki kualitas dan kapasitas yang bagus baik dari usaha dan pengusahanya. (farid/frisca/smita)

Berikut dokumentasi acara :

COACHING CLINIC PENYUSUNAN PETA PROSES BISNIS

Malang – Menindaklanjuti Bimtek Penyusunan Peta Proses Bisnis yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Oktober 2019 lalu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro diminta menyelesaikan penyusunan peta proses bisnis perangkat daerah sebagaimana hasil bimtek tersebut. Selanjutnya peta proses bisnis perangkat daerah ini akan menjadi dasar bagi pembahasan dan penyusunan dokumen peta proses bisnis yang diadakan di Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3), Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 20 November 2019.

Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa sub proses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tetapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari super prosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan sub proses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.

Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:

  1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
  2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
  3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
  4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
  5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkai dalam suatu struktur organisasi.
  6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.

Terdapa tiga jenis proses bisnis:

  1. Proses manajerial, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Keuangan, Kepegawaian dan Evaluasi Pelaporan.
  2. Proses utama, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
  3. Proses penunjang, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.